Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2008

Memarahi Anak Saat Tarawih

Setiap ramadhan saya selalu membuat target tak tertulis, baik bagi pribadi maupun untuk keluarga. Biasanya target itu ada yang jalan, kurang sempurna dan tidak. Tapi saya pastikan selalu ada target, setidaknya memacu hidup untuk menjadi lebih baik.

Tahun ini selain ingin terus meningkatkan mutu ibadah, saya punya target untuk anak-anak. Ihsan makin bagus puasa, tadarus dan kesabarannya. Nabila mulai mencoba berpuasa penuh. Dan bagi si kecil Ninis paling tidak jadi semangat ikut ritual ramadhan yang kami lakukan.

Untuk Ihsan dan Nabila saya agak lega, dengan pengawasan ketat meski susah payah, keduanya bisa diarahkan. Tapi khusus si bungsu, kami memang tidak memaksanya untuk ikut puasa karena secara fisik belum memungkinkan. Ia harus minum susu sekian jam sekali! Ya sudah, paling tidak dia tambah mengerti apa itu puasa dengan melihat kami tidak makan minum bersama dia sepanjang hari.

Meski tak puasa, Ninis kerap ikutan ke mushola untuk tarawih. Dan kemarin muncul masalah, dia mogok ke mushola. Dibujuk siapapun tetap tak mau, dia nangis meraung-raung. Saya curiga, karena tak biasanya dia begitu. Setelah dipancing-pancing, ternyata dia trauma ke mushola! Hah?

Beberapa hari silam dia dan beberapa kawannya sempat dibentak seorang bapak karena berisik saat pelaksanaan sholat. Saya sempat melihat saat si bapak membentak keras sekali. Sempat kepikiran kok begitu sih sama anak kecil! Tapi sudahlah, mungkin itu reaksi spontan si bapak, toh Ninis juga salah, berisik saat sholat!

Efeknya ternyata dalam sekali bagi Ninis. Dia begitu ketakutan. Saat itu ia langsung lari ke pelukan bundanya. Dan semalam, ia mogok ke mushola. Waduh, puyeng juga kalo keterusan. Dan ternyata akibat bentakan itu (si bapak membentak lebih dari sekali), ada beberapa anak lainnya yang juga gak mau datang lagi ke mushola.... Duh.

Rabu, 03 September 2008

Mushola Kami




Ramadhan ini alhamdulillah ada yang baru di lingkungan kami. Setelah setahun tinggal akhirnya kami bisa punya mushola sendiri. Sebuah mushola kecil namun insya Allah membawa berkah bagi kami.

Meski mungil dan sederhana, namun mushola ini memiliki riwayat penuh perjuangan.

Kami nyaris tak memiliki mushola jika tanpa perjuangan kesana kemari. Ceritanya, setelah pihak pengembang memberi lampu hijau pembangunan mushola, masalah kemudian muncul. Ada warga (non muslim) yang keberatan tanah depan rumahnya dibangun mushola. Alasannya, saat membeli rumah tidak digambarkan akan dibangun mushola. Waduh!

Lokasi mushola kami memang berdiri diatas taman belakang komplek. Karena terbatasnya lahan, satu-satunya lokasi yang bisa dibangun mushola ya di tempat itu. Setelah melakukan pendekatan yang lumayan alot, akhirnya warga tersebut melunak.

Tapi masalah belum usai, kali ini ia khawatir jika taman dibangun mushola nanti banjir. Ok, akhirnya kami sepakat membuat desain yang ramah lingkungan, dibuatlah mushola melayang bak rumah panggung.

Karena proses negosiasi itu memakan waktu, akhirnya pembangunan pun baru dimulai awal Agustus silam. Wah, sebulan kurang dong menjelang ramadhan! Bismillah aja...tutur rekan panitia pembangunan mushola. Tukang pun bekerja spartan. Berkat sumbangan warga, sejumlah pernik mushola pun terkumpul meski bangunan belum kelar. Hingga kerja bakti tanggal 31 Agustus 2008 pun digelar demi merapikan bangunan yang belum jadi itu.

Tapi tekad sudah bulat, kami harus sholat tarawih disini sejak malam pertama! Akhirnya berkat izin Allah, minggu malam lalu kamipun bisa melaksanakan shalat tarawih pertama kami meski kondisi mushola belum 100 persen ok. Dinding masih basah cat, atap belum tertutup, jendela belum berkaca, tangga belum terpasang. Pokoknya serba darurat. Alhamdulillah, semua itu tak mengurangi kekhusyukan ibadah.

Dan lebih penting lagi, anak-anak tak perlu lagi jauh untuk tarawih. Do'akan semoga mushola mungil ini bisa menjadi perekat ukhuwah dan memberikan pencerahan bagi kami warga komplek.

Minggu, 01 Oktober 2006

Baksos Ramadhan MPers 2006

http://srisariningdiyah.multiply.com/calendar/item/10016
Yo ayo, beramal di bulan Ramadhan!
Bagi kawan-kawan yang memiliki kelebihan rejeki, mari berbagi dengan sesama yang kebetulan kurang beruntung.

Mumpung Ramadhan hanya datang setahun sekali, dan bagi siapapun yang beramal di bulan Ramadhan akan beroleh ganjaran yang tiada tara.

Bagi yang punya tenaga silakan bergabung. Bagi yang punya dana, sisihkan sedikit bagi saudara kita.

Dan bagi yang hanya bisa berkirim do'a, do'akan agar acara ini sukses dan adik-adik kita dapat bergembira di hari Raya nanti.

Pawai Ramadhan 2




Masih lanjutan PR1. Pawai ramadhan 2 hari sebelum puasa, kali ini giliran sekolahnya si tengah Nabila. Berbeda dengan saat pawai sekolah masnya, kali ini saya masih bisa mencegat rombongan pawai dan mengambil gambar dengan leluasa. Lantaran rombongan anak TK jalannya lebih lambat dari anak SD, dan rutenya pun lebih singkat.

Berbeda dengan PR-nya Ihsan, kali ini TKIT Al Jihad tempat Nabila bergabung dengan 5 sekolah lainnya yang ada di dalam perumahan. So, kebayang suasananya, riuh rendah, heboh. Bahkan di beberapa ruas jalan jadi macet gara-gara pawai. Wah, pertama kali dalam sejarah Kranggan macet!

Nabila dan juga kawan-2 seusianya cukup senang dan gembira dengan kegiatan ini. Apalagi begitu melihat sang ayah nongol diantara kerumunan massa, hmmm ...sempet-2nya dia narsis di depan kamera.

Tapi jalannya pawai bukan tanpa hambatan. Gangnya Nabila sih sehat wal afiat, tapi beberapa peserta yang lebih kecil dari playgroup banyak yang tumbang dan terpaksa naik mobil sebelum acara usai.

Oya, kalau ada yang bertanya-tanya, kemana sang bunda ya ...kok gak terlibat? hehehe...lagi ngajar di kampus! Cukup lah diwakili sang ayah.

Kamis, 28 September 2006

Pawai Ramadhan1


Anak-anak tapak Suci

Yang tercecer dari kegiatan sambut Ramadhan dari sekolahnya Ihsan, SDIT AL-Ishmah Kranggan, before ramadhan.

Acaranya lumayan seru. Ihsan kelihatan senang meski kelelahan, karena rutenya lumayan jauh..

Sayangnya fotonya Ihsan sedikit, karena babenya gak sempet ikut dari awal acara. Ini juga dibela-belain nyegat di tengah acara, meski ngantuk berat sehabis kerja malam. Apalagi selain moto juga gandeng si bungsu Ninis yang pengen lihat masnya pawai.

Tak apalah, sekali setahun demi anak....

Senin, 25 September 2006

Puasa dan Reward



Ramadhan tahun ini, sejak awal saya dan istri sudah mencanangkan 'cinta' ramadhan bagi tiga bocah kecil kami. Si sulung yang duduk di kelas 3 SD, sudah cukup mengerti apa dan mengapa ramadhan. Bahkan tahun lalu, untuk pertama kalinya Ihsan 'pol' puasanya. Suatu capaian prestasi yang cukup membanggakan bagi si ganteng 002 (baca: kosong-kosong dua; ganteng 001 ? babenya dong!).


Saat lebaran ia dengan bangganya menunjukkan uang 50 ribu yang ia dapat berkat prestasinya itu.


Ibadah dengan reward materi? Mungkin ini kontroversial bagi sebagian orang. Tapi menurut saya tak selamanya salah. Anak-anak memang harus dimotivasi untuk mencapai sesuatu. Bagi si sulung, uang itu sebatas hadiah yang menyenangkan. Toh penggunaan uangnya, juga tetap dalam kontrol kami, ortunya.


Apalagi ini hanya saat ramadhan. Dan nanti setelah ia kami nilai cukup disiplin puasanya, uang akan kami ganti dengan reward lain.


Tahun ini karena sholat 5 waktunya masih agak bolong-2, saya coba lagi dengan cara serupa. Saya buat daftar isian semacam diary sederhana berisi catatan sholat 5 waktu, puasa, mengaji dan shalat tarawihnya. Dia tertarik meski semula cemberut. Alhamdulillah, masuk hari ketiga ramadhan, sholatnya baru bolong 2 kali.


Semoga hari selanjutnya, semangatnya kian panjang, dan ia melakukannya bukan karena ada reward dari sang ayah, tapi 'reward' dari Allah SWT. 


*pic dari google, buku Aku Belajar Puasa terbitan Mizan.

Minggu, 17 September 2006

Maaf, Mohon Maap!


Kurang dari sepekan menjelang Ramadhan. Sudahkah kita yang muslim bersiap? Ibadah yang hanya satu tahun sekali nan penuh rahmat ini, sayang kalau terlewatkan.


Yang paling utama harus disiapkan adalah hati. Membuka hati yang bersih adalah kunci mengarungi satu bulan penuh tantangan dan berkah ini. Selain hati yang kita bersihkan, persiapan fisik tak kalah penting.


Tahun lalu karena persoalan fisik, saya dengan menyesal harus 'bolong' puasa 5 hari. Menyesal? Sangat. Untuk itu saya berupaya menjaga agar fisik ini tak kedodoran. Apalagi tahun ini saya kembali masuk malam. Semoga tahun ini tak ada halangan merintang.


Mari kawan dan saudara, masuki bulan Ramadhan dengan riang. Mari perbanyak kebaikan dan sedekah.


Untuk itu, saya dan keluarga mengucapkan mohon maaf lahir batin untuk semua yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga kita semua diberi berkah! Ini bukan basa basi, dan bukan ikutan latah maap-nya mpok Minah di Bajaj Bajuri. Semoga puasa saya dan saudara-saudaraku semua diterima Allah SWT.


Amin.

Kamis, 31 Agustus 2006

Saya punya hutang…


Ramadhan sebentar lagi menjelang. Bulan yang indah bagi warga muslim untuk berbuat, beribadah dan merenung.


 


Saya berharap tahun ini bisa menjadi ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dari sisi ibadah maupun ‘menjadi’ manusia itu sendiri. Banyak hal yang belum saya lakukan, dan saya ingin wujudkan tahun ini.


 


Tapi sebelum ramadhan datang, saya masih punya hutang puasa 4 hari lagi yang belum saya bayar. Sebenarnya hutang puasa saya 5 hari, satu hari sudah saya bayar dua pekan silam. Sisanya itu ya kok sulit ya, ada saja halangannya.


 


Masih terekam dengan kuat setahun silam saya ‘terpaksa’ tidak berpuasa karena sakit. Dokter mengharuskan saya istirahat selama sepekan karena sakit di persendian tangan. Meski dokter minta seminggu, saya korting jadi 5 hari, karena nggak enak kelamaan absen puasa. Lagipula, malu dengan si sulung, Ihsan, yang akhirnya pol puasanya.


 


Kemarin, saat mencoba membayar hutang puasa, ada saja halangannya. Kelar satu hari, eh urusan KPR rumah benar-2 memaksa saya dan istri pontang-panting ke Bank dan developer. Akibatnya, saya yang sudah 2 bulan terakhir masuk kerja malam, kurang istirahat. Dan bisa ditebak…saya tumbang beberapa hari terakhir.


 


Untuk sementara gagallah bayar hutang itu. Tapi saya janji, disisa hari ke depan menjelang puasa, saya akan bayar. Bener-2 nggak enak euy punya hutang!


 


Ya ALLAH, mudahkan semuanya…


 


 

Saya punya hutang…


Ramadhan sebentar lagi menjelang. Bulan yang indah bagi warga muslim untuk berbuat, beribadah dan merenung.


 


Saya berharap tahun ini bisa menjadi ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dari sisi ibadah maupun ‘menjadi’ manusia itu sendiri. Banyak hal yang belum saya lakukan, dan saya ingin wujudkan tahun ini.


 


Tapi sebelum ramadhan datang, saya masih punya hutang puasa 4 hari lagi yang belum saya bayar. Sebenarnya hutang puasa saya 5 hari, satu hari sudah saya bayar dua pekan silam. Sisanya itu ya kok sulit ya, ada saja halangannya.


 


Masih terekam dengan kuat setahun silam saya ‘terpaksa’ tidak berpuasa karena sakit. Dokter mengharuskan saya istirahat selama sepekan karena sakit di persendian tangan. Meski dokter minta seminggu, saya korting jadi 5 hari, karena nggak enak kelamaan absen puasa. Lagipula, malu dengan si sulung, Ihsan, yang akhirnya pol puasanya.


 


Kemarin, saat mencoba membayar hutang puasa, ada saja halangannya. Kelar satu hari, eh urusan KPR rumah benar-2 memaksa saya dan istri pontang-panting ke Bank dan developer. Akibatnya, saya yang sudah 2 bulan terakhir masuk kerja malam, kurang istirahat. Dan bisa ditebak…saya tumbang beberapa hari terakhir.


 


Untuk sementara gagallah bayar hutang itu. Tapi saya janji, disisa hari ke depan menjelang puasa, saya akan bayar. Bener-2 nggak enak euy punya hutang!


 


Ya ALLAH, mudahkan semuanya…


 


 

Saya punya hutang…


Ramadhan sebentar lagi menjelang. Bulan yang indah bagi warga muslim untuk berbuat, beribadah dan merenung.


 


Saya berharap tahun ini bisa menjadi ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dari sisi ibadah maupun ‘menjadi’ manusia itu sendiri. Banyak hal yang belum saya lakukan, dan saya ingin wujudkan tahun ini.


 


Tapi sebelum ramadhan datang, saya masih punya hutang puasa 4 hari lagi yang belum saya bayar. Sebenarnya hutang puasa saya 5 hari, satu hari sudah saya bayar dua pekan silam. Sisanya itu ya kok sulit ya, ada saja halangannya.


 


Masih terekam dengan kuat setahun silam saya ‘terpaksa’ tidak berpuasa karena sakit. Dokter mengharuskan saya istirahat selama sepekan karena sakit di persendian tangan. Meski dokter minta seminggu, saya korting jadi 5 hari, karena nggak enak kelamaan absen puasa. Lagipula, malu dengan si sulung, Ihsan, yang akhirnya pol puasanya.


 


Kemarin, saat mencoba membayar hutang puasa, ada saja halangannya. Kelar satu hari, eh urusan KPR rumah benar-2 memaksa saya dan istri pontang-panting ke Bank dan developer. Akibatnya, saya yang sudah 2 bulan terakhir masuk kerja malam, kurang istirahat. Dan bisa ditebak…saya tumbang beberapa hari terakhir.


 


Untuk sementara gagallah bayar hutang itu. Tapi saya janji, disisa hari ke depan menjelang puasa, saya akan bayar. Bener-2 nggak enak euy punya hutang!


 


Ya ALLAH, mudahkan semuanya…