Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2006

Buka Bersama antv dan alumni




Sabtu, 14 Oktober lalu, saya hadir di acaranya kawan-2 antv di mesjid Depkop Kuningan. Ceritanya kita mau buka bersama sekaligus memberi sedikit sumbangan bagi anak yatim piatu.

Acaranya sih biasa-biasa aja. Sayang tidak sempat dikemas lebih menarik, sehingga adik-adik undangan tak perlu duduk 'termenung' tanpa aktivitas. Mungkin karena acara dirancang mendadak dan dikerjakan disela kerjaan utama di newsroom!

Buat saya dan beberapa kawan sih no problem. Yang penting bisa haha hihi, setelah sekian lama gak ketemuan. Beberapa kawan yang sudah lintas stasiun tv juga datang, seperti Yasmin Muntaz yang mantan presenternya antv dan kini di trans, Manyus dan Kumkum dari Tv7, Hafiz dan saya dari TPI.

Karena acara di mesjid waktunya terbatas, akhirnya 'rombongan lenong' pindah tempat nongkrong ke pasar festival, tempat dulu kami sempat kelayapan sepulang kerja atau nonton bareng Friday Jazz Nite. Sayang, karena hari sabtu jadi cuma kebagian dangdut gak jelas. Makanya gak saya foto.

Senin, 25 September 2006

Puasa dan Reward



Ramadhan tahun ini, sejak awal saya dan istri sudah mencanangkan 'cinta' ramadhan bagi tiga bocah kecil kami. Si sulung yang duduk di kelas 3 SD, sudah cukup mengerti apa dan mengapa ramadhan. Bahkan tahun lalu, untuk pertama kalinya Ihsan 'pol' puasanya. Suatu capaian prestasi yang cukup membanggakan bagi si ganteng 002 (baca: kosong-kosong dua; ganteng 001 ? babenya dong!).


Saat lebaran ia dengan bangganya menunjukkan uang 50 ribu yang ia dapat berkat prestasinya itu.


Ibadah dengan reward materi? Mungkin ini kontroversial bagi sebagian orang. Tapi menurut saya tak selamanya salah. Anak-anak memang harus dimotivasi untuk mencapai sesuatu. Bagi si sulung, uang itu sebatas hadiah yang menyenangkan. Toh penggunaan uangnya, juga tetap dalam kontrol kami, ortunya.


Apalagi ini hanya saat ramadhan. Dan nanti setelah ia kami nilai cukup disiplin puasanya, uang akan kami ganti dengan reward lain.


Tahun ini karena sholat 5 waktunya masih agak bolong-2, saya coba lagi dengan cara serupa. Saya buat daftar isian semacam diary sederhana berisi catatan sholat 5 waktu, puasa, mengaji dan shalat tarawihnya. Dia tertarik meski semula cemberut. Alhamdulillah, masuk hari ketiga ramadhan, sholatnya baru bolong 2 kali.


Semoga hari selanjutnya, semangatnya kian panjang, dan ia melakukannya bukan karena ada reward dari sang ayah, tapi 'reward' dari Allah SWT. 


*pic dari google, buku Aku Belajar Puasa terbitan Mizan.

Minggu, 17 September 2006

Maaf, Mohon Maap!


Kurang dari sepekan menjelang Ramadhan. Sudahkah kita yang muslim bersiap? Ibadah yang hanya satu tahun sekali nan penuh rahmat ini, sayang kalau terlewatkan.


Yang paling utama harus disiapkan adalah hati. Membuka hati yang bersih adalah kunci mengarungi satu bulan penuh tantangan dan berkah ini. Selain hati yang kita bersihkan, persiapan fisik tak kalah penting.


Tahun lalu karena persoalan fisik, saya dengan menyesal harus 'bolong' puasa 5 hari. Menyesal? Sangat. Untuk itu saya berupaya menjaga agar fisik ini tak kedodoran. Apalagi tahun ini saya kembali masuk malam. Semoga tahun ini tak ada halangan merintang.


Mari kawan dan saudara, masuki bulan Ramadhan dengan riang. Mari perbanyak kebaikan dan sedekah.


Untuk itu, saya dan keluarga mengucapkan mohon maaf lahir batin untuk semua yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Semoga kita semua diberi berkah! Ini bukan basa basi, dan bukan ikutan latah maap-nya mpok Minah di Bajaj Bajuri. Semoga puasa saya dan saudara-saudaraku semua diterima Allah SWT.


Amin.

Rabu, 06 September 2006

Puasa Ramadhan

Start:     Sep 24, '06 03:00a
Location:     seluruh dunia
Hari pertama puasa

Kamis, 31 Agustus 2006

Saya punya hutang…


Ramadhan sebentar lagi menjelang. Bulan yang indah bagi warga muslim untuk berbuat, beribadah dan merenung.


 


Saya berharap tahun ini bisa menjadi ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dari sisi ibadah maupun ‘menjadi’ manusia itu sendiri. Banyak hal yang belum saya lakukan, dan saya ingin wujudkan tahun ini.


 


Tapi sebelum ramadhan datang, saya masih punya hutang puasa 4 hari lagi yang belum saya bayar. Sebenarnya hutang puasa saya 5 hari, satu hari sudah saya bayar dua pekan silam. Sisanya itu ya kok sulit ya, ada saja halangannya.


 


Masih terekam dengan kuat setahun silam saya ‘terpaksa’ tidak berpuasa karena sakit. Dokter mengharuskan saya istirahat selama sepekan karena sakit di persendian tangan. Meski dokter minta seminggu, saya korting jadi 5 hari, karena nggak enak kelamaan absen puasa. Lagipula, malu dengan si sulung, Ihsan, yang akhirnya pol puasanya.


 


Kemarin, saat mencoba membayar hutang puasa, ada saja halangannya. Kelar satu hari, eh urusan KPR rumah benar-2 memaksa saya dan istri pontang-panting ke Bank dan developer. Akibatnya, saya yang sudah 2 bulan terakhir masuk kerja malam, kurang istirahat. Dan bisa ditebak…saya tumbang beberapa hari terakhir.


 


Untuk sementara gagallah bayar hutang itu. Tapi saya janji, disisa hari ke depan menjelang puasa, saya akan bayar. Bener-2 nggak enak euy punya hutang!


 


Ya ALLAH, mudahkan semuanya…


 


 

Saya punya hutang…


Ramadhan sebentar lagi menjelang. Bulan yang indah bagi warga muslim untuk berbuat, beribadah dan merenung.


 


Saya berharap tahun ini bisa menjadi ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dari sisi ibadah maupun ‘menjadi’ manusia itu sendiri. Banyak hal yang belum saya lakukan, dan saya ingin wujudkan tahun ini.


 


Tapi sebelum ramadhan datang, saya masih punya hutang puasa 4 hari lagi yang belum saya bayar. Sebenarnya hutang puasa saya 5 hari, satu hari sudah saya bayar dua pekan silam. Sisanya itu ya kok sulit ya, ada saja halangannya.


 


Masih terekam dengan kuat setahun silam saya ‘terpaksa’ tidak berpuasa karena sakit. Dokter mengharuskan saya istirahat selama sepekan karena sakit di persendian tangan. Meski dokter minta seminggu, saya korting jadi 5 hari, karena nggak enak kelamaan absen puasa. Lagipula, malu dengan si sulung, Ihsan, yang akhirnya pol puasanya.


 


Kemarin, saat mencoba membayar hutang puasa, ada saja halangannya. Kelar satu hari, eh urusan KPR rumah benar-2 memaksa saya dan istri pontang-panting ke Bank dan developer. Akibatnya, saya yang sudah 2 bulan terakhir masuk kerja malam, kurang istirahat. Dan bisa ditebak…saya tumbang beberapa hari terakhir.


 


Untuk sementara gagallah bayar hutang itu. Tapi saya janji, disisa hari ke depan menjelang puasa, saya akan bayar. Bener-2 nggak enak euy punya hutang!


 


Ya ALLAH, mudahkan semuanya…


 


 

Saya punya hutang…


Ramadhan sebentar lagi menjelang. Bulan yang indah bagi warga muslim untuk berbuat, beribadah dan merenung.


 


Saya berharap tahun ini bisa menjadi ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dari sisi ibadah maupun ‘menjadi’ manusia itu sendiri. Banyak hal yang belum saya lakukan, dan saya ingin wujudkan tahun ini.


 


Tapi sebelum ramadhan datang, saya masih punya hutang puasa 4 hari lagi yang belum saya bayar. Sebenarnya hutang puasa saya 5 hari, satu hari sudah saya bayar dua pekan silam. Sisanya itu ya kok sulit ya, ada saja halangannya.


 


Masih terekam dengan kuat setahun silam saya ‘terpaksa’ tidak berpuasa karena sakit. Dokter mengharuskan saya istirahat selama sepekan karena sakit di persendian tangan. Meski dokter minta seminggu, saya korting jadi 5 hari, karena nggak enak kelamaan absen puasa. Lagipula, malu dengan si sulung, Ihsan, yang akhirnya pol puasanya.


 


Kemarin, saat mencoba membayar hutang puasa, ada saja halangannya. Kelar satu hari, eh urusan KPR rumah benar-2 memaksa saya dan istri pontang-panting ke Bank dan developer. Akibatnya, saya yang sudah 2 bulan terakhir masuk kerja malam, kurang istirahat. Dan bisa ditebak…saya tumbang beberapa hari terakhir.


 


Untuk sementara gagallah bayar hutang itu. Tapi saya janji, disisa hari ke depan menjelang puasa, saya akan bayar. Bener-2 nggak enak euy punya hutang!


 


Ya ALLAH, mudahkan semuanya…