Kesaksian Gusti, kamerawan Indosiar yang sempat bersama-sama almarhum menjelang kapal Levina tenggelam menguatkan kesan itu. Gusti sempat mengajak Guntur lompat ke laut dan melepaskan kameranya. Tapi hingga Gusti melompat, Guntur tak juga melepaskan kameranya. Nahas dan tragis! Mungkin.
Tapi saya sangat paham mengapa ia melakukan hal demikian. Bagi kamerawan, kamera adalah segalanya. Nyawanya sebagian dititipkan di benda 'ajaib' yang bisa 'menyihir' pemirsa itu. Bahkan dari perbincangan dengan kawan-2 senior, kamera bak istri keduanya, sehingga ia tak rela berbagi dengan orang lain. Apalagi mungkin ia merasa mendapatkan momen yang langka, yang tidak semua rekan seprofesinya dapat.
Selamat jalan kawan, selamat menikmati keabadian di 'sana'. Maafkan kami tak bisa berbuat lebih untuk menyelamatkanmu. Tuhan lebih sayang dirimu.. Sejuta simpati buat istri dan 3 anak Guntur. Tabah dan tetap berdo'a.
*foto diambil dari sini.