Sedih, ngenes, prihatin!
Dua hari yang tidak nyaman buat saya. Hari Rabu sore pesawat Adam Air jurusan Jakarta-Surabaya tergelincir di bandara Juanda Surabaya karena ban pesawatnya pecah dan bodynya retak hingga patah. Meski tak ada korban, kejadian ini cukup mengagetkan. Karena belum hilang dari ingatan saya saat pesawat Adam Air jurusan yang sama awal tahun hilang dan hingga kini tak jelas keberadaannya.
Ada yang tak beres dengan dunia penerbangan kita. Apalagi setelah itu Dephub melarang terbang semua pesawat Boeing 737-300 milik Adam Air. Ini pasti serius!
Yang saya sesalkan pihak Adam Air membantahnya habis-habisan dan menyatakan pesawat laik terbang. Padahal sebelum terbang, menurut penumpang, pesawat sempat ganti ban secara kilat. Dan terbukti faktor "ban" lah yang menjadi persoalan.
++
Kekagetan belum hilang, Kamis siang kemarin Kapal Motor Levina jurusan Jakarta - Bangka terbakar di perairan kepulauan seribu. Hingga semalam sekitar 6 orang dipastikan tewas, 303 orang sudah dievakuasi. Diperkirakan masih ada 17 penumpang belum ditemukan.
Jumlah yang berhasil diselamatkan sedikit banyak menguak fakta akan overloadnya jumlah penumpang di KM Levina, karena sesuai manifes hanya tercatat 227 penumpang saja.
++
Saya menyesalkan kenapa tak adanya sistem audit yang jelas terhadap transportasi publik kita, sehingga musibah demi musibah terjadi dan merenggut nyawa manusia. Begitu murahnya nyawa manusia di negeri ini. Sampai kapan ini akan terjadi? Kita tak pernah tahu..
**gbr diambil dari sini.