Kasus pembunuhan 4 anak oleh ibu kandung dan diakhiri dengan bunuh diri si pelaku di Malang, Jawa Timur mengungkap sebuah fakta yang mengejutkan. Mercy sang ibu ternyata sempat mengabadikan saat menjelang ajal ke-4 anaknya dengan kamera HP-nya. Hah!
Mengetahui hal ini mata saya terbelalak kaget. Astagfirullah, teganya kau Mercy! Meracuni anak sendiri saja sudah luar biasa. Ini malah ditambah dengan mengambil gambarnya. Duh, ada ya ibu yang setega itu..
Kasus ini memang belum berakhir, motif pembunuhan Mercy terhadap ke-4 anaknya masih belum jelas benar. Kejatuhan ekonomi keluarga disebut-sebut sebagai pangkal masalah sang ibu bertindak nekat. Kabarnya karena masalah ini, kehidupan keluarga pasangan Mercy dan Hendry Suwarno berubah drastis. Dua anaknya yang sekolah di sekolah elit di Malang pun kena imbasnya. Mereka kesulitan membayar uang sekolah yang tiap bulan mencapai 1 juta 150 ribu rupiah. Namun ini bukan tanpa solusi, karena pihak sekolah memberikan keringanan, dan mereka hanya cukup membayar 75 ribu rupiah per bulan.
Beban hidup yang menghimpit memang kadang 'membutakan' mata. Jalan pintas dengan membunuh anak yang tak berdosa dianggap sebagai solusi. Mercy dan juga pelaku lain seperti Anik Koriyah di Bandung, mungkin berpikiran, dengan membunuh anak-anaknya, ia telah menyelamatkan sang anak dari kehidupan yang keras.
Padahal salah. Sama sekali salah. Bunuh diri, menurut agama saya, adalah tindakan yang paling dibenci Tuhan.
Saya tak tahu bagaimana latar belakang kehidupan pelaku sebenarnya sehingga mengambil jalan pintas semacam itu. Seribu tanya menggelayuti pikiran sehat saya. Tak adakah tawaran solusi lain yang bisa dipertimbangkan. Tak adakah rekan, kerabat atau handai taulan yang siap membantu keluar dari persoalan dunia mereka?
Entahlah. Saya berharap ke-4 bocah yang manis-manis itu dapat tempat terindah di surga. Dan Mercy sang ibu diampuni dosa-dosanya. Oya, jasad kelima orang ini sudah dikremasi hari Rabu (14 Maret) di Malang.
*foto diambil dari sini.