Tampilkan postingan dengan label korupsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korupsi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2008

Giliran DPR disuap!!

Badan Kehormatan DPR batal gugat Slank soal lagu anti korupsi. Bisa jadi ini terjadi lantaran ditangkapnya seorang anggota dewan Al Amin Nasution dari fraksi PPP dengan tudingan suap, Rabu dibihari.

Suami pedangdut Kristina itu ditangkap KPK di hotel Ritz Carlton bersama beberapa orang lainnya. Kini ia menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

Kasus suap ini seolah melengkapi tragedi suap di negeri ini, setelah terungkapnya borok para aparat hukum, mulai dari pegawai MA yang disuap Harini Wiyoso--pengacara Probosutejo, Suyitno Landung yang disuap mobil oleh tersangka pembobol BNI, komisioner Komisi Yudisial Irawadi Yunus yang nerima suap dari penjualan tanah kantor KY, serta terakhir jaksa Urip Tri Gunawan dalam kaitan kasus BLBI.

Lengkap sudah semua instrumen negeri ini terwakilkan dalam kasus suap dan korupsi. Benar-benar negeri yang subur untuk para koruptor.

Isin aku!! begitu mungkin ujaran Tessy jika ketauan korupsi.

Senin, 03 Maret 2008

Jaksa Disuap!

Belum habis kesal dengan penutupan penyelidikan kasus BLBI dengan Antony Salim dan Syamsul Nursalim sebagai obligornya oleh kejakgung, eh 2 hari kemudian (Minggu) justru ketua tim penyelidiknya, jaksa Urip Tri Gunawan, dicokok KPK karena kedapatan nerima duit di rumah Syamsul Nursalim.

Jaksa Urip kontan menolak tudingan itu. Dan bilang kalau duit sebanyak 660 ribu dolar Amrik itu hasil transaksi jual beli permata. Huh! Akal sehat dari mana jualan permata di rumah pengusaha yang kasusnya didrop kejaksaan. Dan penjualnya pun seorang jaksa ketua tim penyelidik. Gila apa?

Negeri ini makin hancur. Moralitas jadi nomor kesekian. Hukum dijadikan barang dagangan. Bener-bener Speechless. Malu saya jadi orang Indonesia.

*gambar diambil dari sini.

Jaksa Disuap!

Belum habis kesal dengan penutupan penyelidikan kasus BLBI dengan Antony Salim dan Syamsul Nursalim sebagai obligornya oleh kejakgung, eh 2 hari kemudian (Minggu) justru ketua tim penyelidiknya, jaksa Urip Tri Gunawan, dicokok KPK karena kedapatan nerima duit di rumah Syamsul Nursalim.

Jaksa Urip kontan menolak tudingan itu. Dan bilang kalau duit sebanyak 660 ribu dolar Amrik itu hasil transaksi jual beli permata. Huh! Akal sehat dari mana jualan permata di rumah pengusaha yang kasusnya didrop kejaksaan. Dan penjualnya pun seorang jaksa ketua tim penyelidik. Gila apa?

Negeri ini makin hancur. Moralitas jadi nomor kesekian. Hukum dijadikan barang dagangan. Bener-bener Speechless. Malu saya jadi orang Indonesia.

*gambar diambil dari sini.

Jaksa Disuap!

Belum habis kesal dengan penutupan penyelidikan kasus BLBI dengan Antony Salim dan Syamsul Nursalim sebagai obligornya oleh kejakgung, eh 2 hari kemudian (Minggu) justru ketua tim penyelidiknya, jaksa Urip Tri Gunawan, dicokok KPK karena kedapatan nerima duit di rumah Syamsul Nursalim.

Jaksa Urip kontan menolak tudingan itu. Dan bilang kalau duit sebanyak 660 ribu dolar Amrik itu hasil transaksi jual beli permata. Huh! Akal sehat dari mana jualan permata di rumah pengusaha yang kasusnya didrop kejaksaan. Dan penjualnya pun seorang jaksa ketua tim penyelidik. Gila apa?

Negeri ini makin hancur. Moralitas jadi nomor kesekian. Hukum dijadikan barang dagangan. Bener-bener Speechless. Malu saya jadi orang Indonesia.

*gambar diambil dari sini.