Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2008

Jaksa Disuap!

Belum habis kesal dengan penutupan penyelidikan kasus BLBI dengan Antony Salim dan Syamsul Nursalim sebagai obligornya oleh kejakgung, eh 2 hari kemudian (Minggu) justru ketua tim penyelidiknya, jaksa Urip Tri Gunawan, dicokok KPK karena kedapatan nerima duit di rumah Syamsul Nursalim.

Jaksa Urip kontan menolak tudingan itu. Dan bilang kalau duit sebanyak 660 ribu dolar Amrik itu hasil transaksi jual beli permata. Huh! Akal sehat dari mana jualan permata di rumah pengusaha yang kasusnya didrop kejaksaan. Dan penjualnya pun seorang jaksa ketua tim penyelidik. Gila apa?

Negeri ini makin hancur. Moralitas jadi nomor kesekian. Hukum dijadikan barang dagangan. Bener-bener Speechless. Malu saya jadi orang Indonesia.

*gambar diambil dari sini.

Jaksa Disuap!

Belum habis kesal dengan penutupan penyelidikan kasus BLBI dengan Antony Salim dan Syamsul Nursalim sebagai obligornya oleh kejakgung, eh 2 hari kemudian (Minggu) justru ketua tim penyelidiknya, jaksa Urip Tri Gunawan, dicokok KPK karena kedapatan nerima duit di rumah Syamsul Nursalim.

Jaksa Urip kontan menolak tudingan itu. Dan bilang kalau duit sebanyak 660 ribu dolar Amrik itu hasil transaksi jual beli permata. Huh! Akal sehat dari mana jualan permata di rumah pengusaha yang kasusnya didrop kejaksaan. Dan penjualnya pun seorang jaksa ketua tim penyelidik. Gila apa?

Negeri ini makin hancur. Moralitas jadi nomor kesekian. Hukum dijadikan barang dagangan. Bener-bener Speechless. Malu saya jadi orang Indonesia.

*gambar diambil dari sini.

Jaksa Disuap!

Belum habis kesal dengan penutupan penyelidikan kasus BLBI dengan Antony Salim dan Syamsul Nursalim sebagai obligornya oleh kejakgung, eh 2 hari kemudian (Minggu) justru ketua tim penyelidiknya, jaksa Urip Tri Gunawan, dicokok KPK karena kedapatan nerima duit di rumah Syamsul Nursalim.

Jaksa Urip kontan menolak tudingan itu. Dan bilang kalau duit sebanyak 660 ribu dolar Amrik itu hasil transaksi jual beli permata. Huh! Akal sehat dari mana jualan permata di rumah pengusaha yang kasusnya didrop kejaksaan. Dan penjualnya pun seorang jaksa ketua tim penyelidik. Gila apa?

Negeri ini makin hancur. Moralitas jadi nomor kesekian. Hukum dijadikan barang dagangan. Bener-bener Speechless. Malu saya jadi orang Indonesia.

*gambar diambil dari sini.