Tampilkan postingan dengan label ibunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibunda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 November 2006

Jelang Ibunda ke Tanah Suci

Hari minggu lalu, 12 november, di rumah bapak-ibu di Joglo, Jakarta Barat, keluarga besar Mohamad Irfan (kakekku almarhum) menggelar halal bihalal. Sebenarnya halbil-nya sih biasa, karena tiap tahun digelar hajatan serupa yang tempatnya bergiliran. Tapi khusus tahun ini kami gunakan juga sebagai Ratiban --semacam do'a bersama mohon keselamatan sebelum berhaji. Ibuku, Sopiyah, tahun ini memang akan menunaikan ibadah haji.


Bagi kami terasa istimewa, apalagi pekan ini ibu harus sudah berada di Bengkulu untuk menghadiri resepsi pernikahan keponakannya. Setelah itu ibu menetap di sana hingga berangkat ke tanah suci melalui Padang 4 Desember mendatang. Itu artinya, sisa waktu sebelum berangkat ke tanah suci, kami anaknya tak ada disampingnya.


Ya, perjalanan ibu ke tanah suci memang bak petualangan. Akhir tahun lalu Bapak dapat rejeki pasca pensiun dari kantornya dan sebagian uangnya diniatkan untuk memberangkatkan Ibu ke tanah suci. Bapak sendiri sudah berangkat tahun 2004 lalu. Karena di Jakarta sudah fully booked, akhirnya datang tawaran dari adiknya di Bengkulu untuk ikut kloter di kotanya. Kebetulan di bengkulu saat itu baru sedikit pendaftar hajinya.


Pucuk dicinta ulam tiba, bak dapat durian runtuh. Akhirnya semua persyaratan yang semula untuk kloter Jakarta, dialihkan ke Bengkulu. Alhamdulillah urusan lancar, meski harus bolak-balik Jakarta-Bengkulu.


Satu yang membebani pikiran kami anak-anaknya, kondisi kesehatan ibu yang naik turun. Bahkan sehari sebelum halbil, ibu sempat jatuh di carrefour saat belanja. Belum lagi penyakit asam urat dan rematik yang diderita ibu selama ini.


Ingin rasanya mendampingi ibu di tanah suci....


Namun seorang kawan yang kebetulan akan berhaji tahun ini berujar, iklaskan kepergian ibu ke tanah suci, serahkan semuanya, biar Allah yang mengatur. Pernyataan yang cukup melegakan.


Man-teman mohon do'anya agar perjalanan ibadah Ibu ke tanah suci lancar dan Ibu diberi kesehatan sehingga bisa menjalankan semua (minimal) ibadah wajibnya. Dan semoga ibu kembali ke tanah air dengan selamat.


Oya, buat semua handai taulan, kerabat, sahabat, atau orang yang mengenal ibu, beliau menghaturkan permohonan maaf atas segala kesalahan selama ini, yang disengaja maupun tidak.


*foto ibu, diambil hari Sabtu 11 November 2006