Rabu, 14 November 2007
Gaw's! The Life Sharer - Seruan Bersama: Together We Can Stop Disaster
Yuk ikutan selamatkan bumi dengan lebih peduli. Lakukan hal kecil di lingkungan kita agar bumi lebih nyaman dihuni.
Senin, 12 November 2007
Epri's Site - Lomba Menulis Naskah Inspirasi
Buat yang suka nulis. Yuk ikutan Lomba nulis naskah inspirasi.
Kamis, 08 November 2007
Bike to School
Ihsan si sulung kembali membuat keputusan kecil, yang mungkin bagi sebagian orang hanya keputusan biasa. Namun bagi kami di rumah itu adalah luar biasa.
Juli lalu ia memutuskan tak lagi ikut mobil jemputan dan memilih naik angkot ke sekolah. Ini adalah sebuah keputusan tak biasa dari Ihsan yang cenderung pendiam. Kami di rumah mendukung keputusannya yang tak lagi diantar jemput. Rupanya ia ingin belajar mandiri tanpa dipaksa ayah-bundanya.
Nah, sejak sepekan ini ia bikin keputusan baru kembali. Ia menolak naik angkot! Waduh, sempat bingung juga, lantas mau naik apa? Ternyata ia mendahului saya yang masih bercita-cita mengayuh sepeda ke kantor. Ya, ia memutuskan bersepeda ke sekolah, bahasa kerennya Bike to School--plesetan dari Bike to Work-nya om Eko!
Karena lokasi sekolah melalui jalan besar dan cukup ramai, akhirnya ayah tiap hari harus mengawal Ihsan saat berangkat sekolah. Semula pengawalan dilakukan sampai halaman sekolah. Setelah sepekan, pengawalan hanya sampai di ujung gang sekolah.
Pulang sekolah Ihsan sudah bisa sendiri, karena jalanan relatif agak sepi. Dan rute yang dipilihnya sengaja jalanan yang banyak turunannya, meski agak jauh.
Senang melihat dia begitu semangat bersepeda. Kami semua di rumah memang senang kegiatan luar ruang. Ini untuk mengimbangi kesenangan anak-anak akan komputer. Ihsan memang sangat senang komputer. Dia bisa berlama-lama hanya untuk main game atau berkreasi dengan software grafis yang ringan. Kalau tak diarahkan pada kegiatan yang multi gerak, kami takut dia tak punya ruang bersosialisasi dengan lingkungannya.
Dengan bersepeda, setidaknya dia menyapa lingkungannya dan lebih peka akan kondisi sekitarnya. Karena dia tiap hari harus melewati pasar, jalanan becek dan kerumitan jalan. Semoga ini jadi bekal dia untuk makin paham terhadap kehidupan.
Rabu, 07 November 2007
Sorry kawan...
Maaf jika akhir-akhir ini jarang ngempi, sehingga jarang membuka-buka halaman kawan-kawan. Bukan apa-apa, di kantor MP dan Friendster diblok saat jam kerja. Paling baru sempat buka usai jam kerja kayak sekarang. Sementara di rumah internet belum normal seratus persen.
Jadi, maaf ya jika belakangan gak intens ngempi lagi. Nanti jika koneksi inet di rumah normal, saya janji kembali lagi....
Selasa, 09 Oktober 2007
Maafkan Kami Kawan...
Dari lubuk hati yang terdalam, izinkan kami berucap
Maaf atas segala tindakan yang tak patut
atas tulisan yang tak elok
atas kata yang tak layak.
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin.
Taqobal Allahu Minna wa Minkum...
Syaifuddin & keluarga
Minggu, 07 Oktober 2007
8 tentang saya!!
Sebelum lebaran mo nuntasin jitakan dari mbak Wirda nih. Bingung juga menilai diri sendiri, selain kesannya membangga-banggakan diri sendiri, itu bukan saya banget! Malu aja harus mereview diri sendiri yang masih terus 'mencari' ini.
Karena pada ngebuka friendster, sekalian aja ikutan cara seperti itu. hehehe.. Praktis! Padahal alasan sesungguhnya ...males! Hehehe... Kalau yang lain memilih 8 komentar terakhir, saya memilih keragaman komentar dari beberapa kawan. Silakan nilai seperti apa saya...
lainnya ? ah gak tahu saya .. yang penting dia orangnya asyik // oce dehh .. !!! 813 !! - crime banget yak -
kadang-kadang aja nyela persahabatan mereka. Dulu waktu masih di sekeloa paling demen nginep di kost-annya. Soal hobi gw banyak yang sama dgn Udin. Jadi kalo dah ngobrol sampe nggak tau siapa yang tidur duluan besoknya. Dia paling demen pake jaket parasut yang dibeli waktu mau main ke rumah Dudi. Warnanya abu-abu. Masih ada ga tuh? perlu dimusiumin tuh jaket. Kalo sekarang dah jadi bos mana mau pake jaket gituan, ya. Eh, jangan lupa beliin buku-buku gw ya buat anak-anak lo.
Mungkin ada benernya pengamatan teman-teman saya mengenai siapa saya. Tapi yang jelas, saya sebenarnya orang yang simpel, pemikir, pendiam, suka jalan, senang mendengar, senang tidur,...sudah berapa tuh ..enam ya..kurang dua apalagi ya?
Kamis, 04 Oktober 2007
Insiden Pagi
Sejak memutuskan bermotor ke kantor awal puasa lalu, ada kata-kata yang kerap mampir ke telinga saya, “Hati-hati ya Yah...!” Kata-kata ajaib ini begitu sakti bagi saya. Setiap kali menekan gas motor selalu teringat wajah 3 kurcaci di rumah saat berucap “Hati-hati..ya Yah”.
Itu juga yang terngiang di telinga saat pagi tadi melewati kawasan Cilangkap. Dengan sangat hati-hati saya lewati sebuah sekolah TK yang berada di sisi jalan. Baru beberapa saat saya lewati sekolah tadi, tiba-tiba “brak!”. Saya toleh ke belakang...seorang anak TK tergeletak menangis kesakitan.
Suasana berubah heboh, dan saya langsung menepikan motor ke halaman sekolah. Si anak langsung diurut guru sekolahnya. Tanpa banyak bicara saya dekati si anak dan minta maaf padanya. Bagi saya ini lebih penting daripada saya ngoceh mengenai posisi saya saat si anak menabrakkan tubuhnya ke motor saya.
Menurut keterangan seorang ibu, di lokasi yang sama kerap terjadi insiden serupa. Ini terjadi lantaran letak sekolah lebih tinggi dari jalan. Dan anak-anak terbiasa berlari menuruni tanjakan sebelum sampai ke jalan raya. Tanjakan itu sendiri lumayan curam, dan bagi anak-anak yang kelebihan tenaga bisa jadi ajang meluncur yang mengasyikkan meski berbahaya.
Akhirnya saya ajak si anak dan ibunya ke tukang urut terdekat. Alhamdulillah tak ada ‘kerusakan’ berarti di tubuh si anak menurut pengurutnya. Bocah yang kemudian saya tahu bernama Bagas, hanya menderita memar sedikit di kaki dan pinggang.
Ok, Bagas, cepat sembuh ya nak...maafkan oom ya!!!