| Start: | May 21, '06 9:00a |
Sabtu, 20 Mei 2006
8 tahun Reformasi
Selasa, 09 Mei 2006
Pak Harto
Jenderal tua itu kabarnya tengah terbaring sakit di RS Pertamina.
Setelah tampil percaya diri saat cucunya menikah beberapa saat lalu, pekan lalu ia kembali masuk rumah sakit, dan hari minggu dioperasi saluran cernanya. Apa yang menarik dari kabar "Pak Harto"? Ia sakit saat kejaksaan tengah mengupayakan dibukanya kembali kasus dugaan korupsi yang dituduhkan padanya.
Capek sebenarnya mengikuti kasus "Pak Harto" ini. Bukan apa-apa, sekian tahun kontroversi terus mengiringi kasus ini. Apa begitu susahnya pembuktian dugaan korupsi di negeri ini? Kasus ini malah menimbulkan bisik-bisik dugaan adanya kolusi baru, entah dengan dalih menutupi bukti-bukti korupsi, hingga pemalsuan kondisi kesehatan mantan penguasa orde baru.
Kuncinya, tak ada kemauan politik yang kuat, sehingga kasus ini tak pernah tuntas. Coba hitung sudah berapa jaksa agung berganti, sudah berapa presiden berubah? Tapi, apa yang didapat dari kasus ini? Nol besar!
Yang lebih parah, persoalan ini dijadikan komoditas politik, sekedar penarik
Kalau dulu, saat 'bapak pembangunan' baru lengser banyak tokoh alergi berdekatan dengan beliau. Tapi, kini? Semua berbalik. Bahkan konyolnya, belakangan berdiri kelompok pecinta Suharto.
Usulan menarik dilontarkan MPR rabu siang. Kata ustad Hidayat Nurwahid, sudahlah pak Harto minta maaf saja pada rakyat, selesai!
Selesai? Huh!