Tampilkan postingan dengan label reuni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reuni. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2008

Reuni Kecil kelas I-2 SMP 11




Wow apa jadinya 22 tahun gak ketemu temen lama? Yang ada pastinya rame. Ternyata si ibu ini sudah punya anak 3, si ibu itu jadi dokter, si X masih lajang. Pokoknya seru abis.

Meski ini bukan ketemuan pertama bagi sebagian besar yang datang, karena mereka sempat barengan di SMA 6 Mahakam Jakarta. Tapi Ini ketemuan pertama buat gw sama mantan teman sekelas waktu SMP 11 Kebayoran Baru. Waktu itu kita sekelas tahun 1983-1984. Kebayang kan dulu culunnya kita. Eh ketemuan lagi, dan tentunya ....masih culun! hihi....

Thx untuk Buchori, Arivin, Prima M dan S, Desy, Ristina, Desyana, Lina, Reny, Eva Jujuk. Sayang yang kita tunggu bos Yogi gak sempat gabung. Padahal mau ditodong traktiran.

Next time semoga yang ikutan lebih banyak.

*lokasi Chatter Box Cafe, Citos Jakarta, Jum'at 21 Nov'08.

Minggu, 01 Juni 2008

Reuni anteve


Anteve Gathering 1997, Salabintana Sukabumi

Hari Sabtu 31 Mei 2008, di rumah keluarga Anita Firdaus, mantan presenter kondang anteve di kawasan Salemba Jakarta Pusat digelar "reuni" kecil anteve. Sebenarnya ini lebih pas disebut temu kangen. Kangen dengan kebersamaan dulu di sentra mulia sekian tahun silam.

Ini juga permintaan anita, yang baru setahun terakhir mukim lagi di jakarta setelah melanglang buana bareng suami.

Sebagian besar yang datang adalah alumni anteve yang kini sudah tersebar di beragam tv nasional. Tapi ada juga beberapa yang masih berstatus karyawan, termasuk sang boss Azkarmin Zaini. Dulu saat kami masih di Sentra Mulia pak Azka adalah Pemred Anteve. Setelah sempat pensiun, tahun lalu pak Azka diminta lagi jadi pemred di star anteve.

Acaranya sih cuma kangen-kangenan, plus gila-gilaan kek dulu. Sayang kebiasaan kita untuk menyerbu makanan seperti dulu, udah gak keliatan lagi. Pada jaim dan udah toku kale...

Yang gw anggap aneh, Anita mengharuskan semua tamu pakai name tag di dada, "Takut salah panggil," katanya. Halah... kek udah pisah puluhan taun.

Gw, Mys plus Ramdan dan anaknya Ais jadi tamu pertama. Menyusul Dian, Dharta, Boy, Agi, APR, Rizal Yussac, Iwan cacing, Fahruri, Farid Jafar Sidik, Tuti, Darno, Pak Arman, Pak Azka, Yana, Ria, Shanta, Olik, Elpris, Budiono, Sapto, Dodi Salman, Nadya, Iwan EE, sampai Herling dan Sarah Murad yang mantan reporter Planet Remaja.

Seru...kapan ya ada lagi?

Foto lain punya Ria anteve bisa ditengok di http://antvnews.multiply.com/photos/album/2/Reuni_News_Sports_antv_

Minggu, 13 Januari 2008

Reuni Unpad

Bagi rekan-rekan alumni Unpad, mungkin ini berguna bagi kalian. Saya hanya bisa meneruskan informasi ini, karena gak bisa ikutan, soale abis cuti euy! Selamat bereuni!! 

Click to enlarge.

Reuni Unpad

Bagi rekan-rekan alumni Unpad, mungkin ini berguna bagi kalian. Saya hanya bisa meneruskan informasi ini, karena gak bisa ikutan, soale abis cuti euy! Selamat bereuni!! 

Click to enlarge.

Reuni Unpad

Bagi rekan-rekan alumni Unpad, mungkin ini berguna bagi kalian. Saya hanya bisa meneruskan informasi ini, karena gak bisa ikutan, soale abis cuti euy! Selamat bereuni!! 

Click to enlarge.

Senin, 20 Agustus 2007

70 Lovers!

SMA Negeri 70 mungkin satu-satunya sekolah di negeri ini yang kelahirannya paling disorot media lokal di Jakarta pada masanya. 5 Oktober 1981 adalah hari pertama penggabungan dua SMA di jalan Bulungan kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, yakni SMAN 9 dan SMAN 11. Mereka 'terpaksa' disatukan dalam identitas baru SMA Negeri 70, karena kerap terlibat tawuran yang amat mengkhawatirkan.

Penyatuan dua sekolah 'preman' ini awalnya cukup sulit. Masih ada perseteruan antara murid, antara guru dan antara pengelola. Yang satu merasa lebih 'berkelas' dibanding yang lain, sementara yang lain merasa lebih jagoan dari yang satu. Kondisi ini sempat saya rasakan saat tahun 1987 menjadi siswa disini.

Meski sudah angkatan ke-6, sisa-sisa kejayaan preman masih saya rasakan. Bagi siswa kelas 1 tak pernah merasa tentram di sekolah, karena pasti jadi sasaran pemalakan kakak kelas. Tak selesai di sekolah, di luar sekolah pun kami masih punya musuh abadi saat itu, yakni siswa STM. Berangkat dan pulang sekolah adalah saat yang paling mendebarkan. Mereka kerap memancing tawuran dengan kami.

Yang paling mengusik memori saya hingga kini, seorang kawan karib pernah ditikam kepalanya oleh kawan-2 STM. Meski tak langsung meninggal, namun 2 tahun kemudian akhirnya ia 'pergi' akibat karat senjata tajam yang  bersarang di kepalanya. Duh!

Tapi cerita seram itu hanya sebagian kecil dari memori manis di 70. Meski terletak di kawasan elit, sekolah ini cukup egaliter. Tak ada pengkastaan antara the have dan the have not. Saya yang berasal dari kalangan biasa, bebas bergaul dengan semua kalangan, dari kalangan bawah hingga anak menteri dan artis terkenal. Tak ada sekat, tak ada batas. 

Sekolah pun memberi ruang berekspresi yang cukup lapang bagi siswanya. Alhasil prestasi siswanya pun cukup membanggakan hingga kini. Bahkan kini SMA 70 termasuk salah satu sekolah unggulan di Jakarta. Oya disini juga ada sekolah internasionalnya juga yang biayanya ...waduh 40 jt.

Tahun ini bakal ada perayaan 25 tahun SMA 70. Kabarnya bakal ada acara gede di Plaza Timur Senayan Jakarta. Ayo 70 lovers ngumpul yuk!!!