| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Nonfiction |
| Author: | Arswendo Atmowiloto |
Bukunya sederhana. Judulnya provokatif, benar-benar melecehkan orang yang mengaku kesulitan menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Judul ini pula yang menjadi salah satu alasan saya (dulu) membeli buku ini.
Buku ini memberi saya banyak hal, inspirasi dan bimbingan untuk menulis. Menulis apapun, seperti saran sang penulis.
Saat membaca buku ini, saya cuma anak-anak yang menggemari Lima Sekawan, Sapta Siaga karya Enid Blyton, serta Tintin karya Herge. Karena sangat kepincut isi cerita buku-buku itu, sempat terbayang ingin menjadi penulis.
Dan buku Arswendo ini adalah sedikit jawaban buat saya waktu itu.
Kendati dulu untuk memahami isi buku, saya harus jungkir balik membacanya. Bahkan tak terhitung berapa kali saya membaca buku ini, hanya untuk mengetahui apa maknanya.
Yang paling saya ingat adalah penulis banyak menyebut pentingnya "Plot" dalam sebuah penulisan.
Arswendo dikenal piawai merangkai kata. Karyanya bertebaran di hampir semua media nasional. Ia pernah menjadi Pemred majalah HAI, serta tabloid Monitor yang cukup fenomenal pada masanya. Ia juga penulis novel laris macam Senopati Pamungkas, Keluarga Cemara atau Kiki dan Komplotannya. Pernah dipenjara lantaran kasus penghinaan terhadap nabi Muhamad, yang berujung pada dibredelnya tabloid Monitor. Ia juga pernah jadi 'anak ajaibnya' Gramedia Majalah, dan memimpin belasan media dibawah payung Gramedia Majalah.
Kini Wendo masih menulis, bahkan anaknya pun menjadi wartawan di sebuah stasiun tv.